Selasa, 05 Maret 2019

Pahami Apa Saja Hak Dan Kewajiban Saat Meminjam Uang Secara Online


Pahami Apa Saja Hak Dan Kewajiban Saat Meminjam Uang Secara Online

Kemajuan teknologi saat ini bak pisau bermata dua, di mana bisa memberikan keuntungan atau kerugian. Hal tersebut juga terjadi pada aplikasi Peer2Peer Lending (P2P Lending) yang tumbuh bak cendawan di musim hujan.

Akan merugikan ketika kita meminjam di P2P ilegal, tetapi apabila menggunakannya dengan tepat akan membantu siklus keuangan kita.

Banyak contoh kasus yang sudah terjadi bagaimana kasarnya tim collection P2P fintech ilegal melakukan penagihan. Akses ke nomor kontak di ponsel pelanggan terkadang membuat tim collection melakukan panggilan ke semua nomor yang ada di phone book. 

Padahal, orang yang dikontak tersebut tidak ada hubungan apa-apa dengan pelanggan. Saat ini, masih banyak peminjam online yang belum terlalu memahami hak dan kewajibannya saat meminjam online.

Startup di bidang fintech, Finmas, memiliki regulasi jelas sehingga tidak menyulitkan peminjam untuk memenuhi kewajiban dan mendapatkan haknya sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Masyarakat belum terlalu memahami hak dan kewajiban sebagai peminjam. Sudah sepantasnya setiap bagian dari peminjam memahami apa saja hak dan kewajibannya sebagai peminjam online,” kata Peter Lydian, Presiden Direktur Finmas, melalui keterangannya, Jumat (19/4/2019).

Kejadian seperti ini, Peter melanjutkan, tentu tidak akan terjadi apabila pelanggan fintech P2P lending memahami hak dan kewajibannya.

"Minimnya tingkat literasi keuangan di Indonesia membuat banyak pelanggan P2P lending asal melakukan pinjaman melalui aplikasi P2P lending ilegal," tuturnya.

Tiga Hal Penting

Di sisi lain, OJK telah meresmikan AFPI (Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia) sebagai wadah berkumpulnya fintech P2P lending.

Kehadiran AFPI tentunya menjadi salah satu milestone literasi keuangan terkait P2P lending. Tetapi yang paling penting adalah sosialisi mengenai bahaya yang akan timbul apabila calon pelanggan tidak memahami apa yang menjadi hak dan kewajiban mereka.

Pertama, tentunya yang paling penting adalah melakukan pinjaman pada fintech P2P lending yang sudah terdaftar oleh OJK. Dengan terdaftar di OJK, ada ketentuan yang sudah diatur oleh OJK, misalnya cicilan sesuai tenor yang disepakati kedua belah pihak.

Kedua, pelanggan harus mengetahui haknya saat melakukan pinjaman. Mulai dari hak mendapatan kenyamanan dalam meminjam, sampai hak untuk mendapatkan advokasi hukum apabila terkait sengketa pinjaman dengan perusahaan P2P lending.

Ketiga adalah kewajiban konsumen ketika mendapatkan pinjaman. Konsumen diwajibkan membaca atau mengikuti petunjuk informasi dan prosedur terkait pinjaman yang mereka lakukan. Selain itu konsumen juga berkewajiban memiliki itikad baik untuk melakukan pelunasan atas pinjaman yang mereka lakukan.

Kesadaran atas ketiga hal itu menjadi wajib untuk pengguna atau nasabah P2P lending. Ingat, tentunya yang paling penting adalah jangan pernah meminjam dari fintech P2P lending ilegal.
Web Developer

Tahap Wawancara Di Google Bagi Kamu Yang Berminat Bekerja Disana


Tahap Wawancara Di Google Bagi Kamu Yang Berminat Bekerja Disana

Tahun demi tahun, Google terus menduduki peringkat teratas sebagai perusahaan ternyaman bagi semua karyawan.

Meski begitu, tingkat penerimaannya sangat sedikit, hanya 0,2 persen. Anda lebih berpeluang mendaftar di Harvard daripada melamar kerja di sini.

Situs web karier Google juga sangat sederhana. Slogannya "Apply. Interview. Decide." atau "Lamar. Wawancara. Tentukan". Google juga mengklaim melakukan wawancara dengan teknik yang berbeda dari perusahaan pada umumnya.

Dilansir dari laman CNBC, ternyata butuh wawancara setidaknya 12 kali dari awal hingga diterima di Google. CEO Google, Sundar Pichai menjalani sembilan wawancara pada 2014 untuk menempati posisi SVP Manajemen Produk.

Proses penerimaannya sendiri memakan waktu 6 hingga 9 bulan, dengan rerata wawancara sebanyak 12 hingga 25 kali. "Itu sangat mengerikan," ujar CEO Humu Laszlo Bock yang pada saat itu merupakan SVP People Operations di Google.

Pakai metode wawancara terstruktur
Ada Berapa Tahap Wawancara Kerja di Google?
Seorang teknisi melewati logo mesin pencari internet, Google, pada hari pembukaan kantor baru di Berlin,. Google kembali membuka kantor cabang yang baru di ibu kota Jerman tersebut.

Untuk menentukan apakah seseorang layak bekerja di Google atau tidak, pewawancara Google menggunakan metode sains yang disebut wawancara terstruktur.

Calon karyawan menyiapkan daftar pertanyaan yang ketat dan relevan, kemudian membuat rubrik penilaian untuk dicocokkan.

Alih-alih menanyakan pertanyaan pada kandidat, wawancara ini justru menguji bagaimana kandidat bisa membuat pertanyaan terstruktur dan konsisten.

Saat menyusun pertanyaan, calon karyawan harus memperhatikan 4 aspek penting ini:

1. General cognitive ability, yaitu kemampuan belajar dan adaptasi dengan cepat

2. Leadership, yaitu kemampuan memimpin

3. Googleyness, yaitu kemampuan merasa nyaman dengan ambiguitas dan punya sifat kolaboratif

4. Role-related knowledge, yaitu kemampuan dan pengalaman yang sesuai dengan spesifikasi posisi yang dilamar.
Web Developer