Kamis, 23 April 2020

Hindari Fraktur, Yuk Cari Tahu Prosedur Pemeriksaan Osteoporosis Melalui SehatQ



Hindari Fraktur, Yuk Cari Tahu Prosedur Pemeriksaan Osteoporosis Melalui SehatQ

Masyarakat tentu sudah tidak asing dengan osteoporosis atau yang biasa disebut pengeroposan tulang. Biasanya penyakit ini diderita oleh lansia, tetapi ternyata orang orang di usia muda tidak jarang yang mengalami pengeroposan tulang dini. Hal tersebut patut diwaspadai agar tidak rentan terkena patah tulang. Melalui www.sehatQ.com, laman kesehatan milik Kemenkes RI, anda dapat mengetahui prosedur pemeriksaan kepadatan tulang secara lengkap. Yuk simak ulasannya di sini!

Pentingnya Pemeriksaan Kepadatan Tulang
Memiliki tulang yang kuat dan sehat hingga usia senja adalah sebuah anugerah yang tidak dapat dirasakan oleh semua orang. Hal tersebut berkaitan dengan asupan nutrisi yang masuk dalam tubuh atau pola hidup. Kepadatan tulang dilakukan untuk mencegah osteoporosis dan berguna untuk mengetahui kondisi kepadatan tulang. Selain itu juga berguna untuk mengetahui resiko osteoporosis, memastikan keakuratan diagnosis, dan sebagai evaluasi efektivitas pengobatan.

Orang orang yang dianjurkan untuk menjalani tes kepadatan tulang pun memiliki kondisi yang berbeda beda. Salah satunya wanita usia 65 tahun atau lebih, wanita yang telah memasuki masa menopause, pria berusia 50 tahun atau lebih, usia lanjut serta mengalami patah tulang. Menurut SehatQ.com, orang yang mengalami penyusutan tinggi badan, menstruasi tidak teratur, transplantasi organ, penurunan hormon, postur semakin bungkuk, dan sakit punggung tanpa sebab.

Selain disebabkan oleh asupan makanan, pernah mengalami transplantasi, atau pola hidup yang tidak baik, pengoroposan tulang juga dapat disebabkan oleh obat. Mengkonsumsi jenis obat tertentu, seperti glukokortikoid dapat meningkatkan resiko osteoporosis. Obat tersebut salah satu obat yang digunakan untuk mengurangi peradangan. Jika anda juga konsumsi obat kortison, prednison atau deksametason, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter.

Hal Hal yang Harus Diperhatikan
Sebelum menjadi tes osteoporosis tidak ada hal khusus yang harus diperhatikan. Akan tetapi, anda harus konsultasikan dengan dokter jika sebelumnya pernah menjalani tes barium, dapat suntikan zat pewarna kontras untuk CT scan, atau pemeriksaan radioaktif. Menurut SehatQ, anda juga disarankan untuk menghindari mengkonsumsi suplemen kalsium. Pemeriksaan juga disarankan pakai pakaian longgar, tidak memakai ikat pinggang, baju berkancing, atau logam.

Prosedur Pemeriksaan Osteoporosis
Prosedur pemeriksaan dilakukan dalam dua jenis pemeriksaan. Cara pertama dilakukan dengan pemindaian densitometry. Anda diminta berbaring dan dirontgen bagian tulang belakang dan pinggul. Lalu cara kedua rontgen DXA pada 2 bagian utama, yaitu pinggul dan tulang belakang. Selain itu, pada lengan bagian bawah juga biasanya diperiksa untuk melihat kesehatan tulang. Ketiga area itu adalah letak paling penting untuk mengecek kepadatan tulang seseorang.

Hasil yang Diperoleh
Pemeriksaan kepadatan tulang terdiri atas dua hal, yaitu T score dan Z score. Menurut laman SehatQ.com, kepadatan tulang dibanding jumlah rata rata orang usia 30 yang sehat ditunjukkan pada angka T score dengan skala 1 sampai +1 untuk kondisi normal. Sedangkan -1 sampai -2,5 massa tulang rendah dan di bawah -2,5 berpotensi osteoporosis. Z score menggambarkan kepadatan tulang dibanding rata rata nilai kelompok usia, berat badan, jenis kelamin, dan ras.

Tulang yang kuat hingga usia tua dapat memudahkan seseorang beraktivitas dan menjalani hari harinya bersama dengan keluarga. Anda juga tetap lincah dalam bergerak, tetapi perlunya menjaga pola makan dan pola hidup yang sehat. Akan tetapi, anda juga patut waspada tentang kesehatan tulang anda. Oleh karena itu, tidak ada salahnya jika melakukan pemeriksaan tulang sejak dini, sehingga dapat dilakukan upaya pencegahan agar tidak berpotensi tulang keropos.

Web Developer

Tidak ada komentar:

Posting Komentar